"Seorang mukmin adalah seorang yang tidak pernah kenyang dari mendengarkan kebaikan sampai dengan berakhir di syurga."
IMAM SYAFI'I
Recent Posts
28 February 2012
16 December 2011
Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot”
Diposkan oleh
Prin
Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot” yang Copot!0 comments
By admin
Dipublikasikan pada Jumat, 16 Desember 2011 | 6:30
Oleh: Lathifah Musa
Gambar dari: airyz.wordpress.com
MediaIslamNet.Com– Antara geli, lucu dan kasihan, menyaksikan berita di TV tentang seorang Mega “Suster Ngesot” Tri Pratiwi yang ditendang Satpam Sunarya. Alih-alih sukses mengagetkan temannya yang sedang berulang tahun dengan kejutan dandan “Suster Ngesot “, mahasiswi cantik ini mengalami copot satu gigi memar-memar akibat tendangan satpam berbadan kekar. Ia pun akhirnya melaporkan Pak Satpam ke polisi.
Masih merasa aneh dengan berita unik dari Kota Kembang Bandung ini, tiba-tiba Abdullah, anak keduaku, melaporkan bahwa ada tikus nyemplung di bak kamar mandi. Lebih mengejutkan lagi ketika katanya tikus tersebut nyemplung di guci kamar mandi dalam. Artinya si tikus ada di kamar mandiku!
Mendadak sontak aku berlari ke kamar dan naik tempat tidur. Sungguh respon yang seharusnya jauh dari akal sehat. Membayangkan tikus nyemplung kamar mandi adalah peristiwa yang menggelikan, menjijikkan sekaligus mengerikan. Apalagi si tikus nyemplung di guci unik keemasan yang sudah kusulap jadi bak kamar mandi.
Fathimah, anak sulungku yang sudah pulang sekolah ikut berteriak naik tempat tidur. Demikian juga si kecil Muhammad yang melompat-lompat dan berteriak-teriak paling keras dengan gembira seolah menikmati kehebohan. Taqiyuddin, anak ketigaku yang berbadan paling gempal ikut-ikutan heboh mondar mandir kamar mandi tempat tikus kecemplung dan tempat tidur tempat kami menghindari tikus berlari.
Respon suamiku adalah yang terbaik dan terhebat! Spontan ia mengambil pel busa yang bertangkai besi dan mengeluarkan tikus dari guci yang selama ini menjadi bak kamar mandi kami. Dari kamar mandi ia berteriak, “Tikusnya dimatikan nggak?!”
Ada yang menjawab, “Matikan saja!”, tapi ada juga yang berteriak, “Terserah!” Yang pasti semua menginginkan si tikus segera dienyahkan.
Entah apa yang terjadi kemudian, ada suara duk, duk dan duk, suamiku berteriak lagi, “Tikusnya sudah keluar!” Alhamdulillah. Tapi kami belum beranjak, hingga suamiku menguras guci bak mandi dan mengganti airnya. Suamiku adalah pahlawan kami.
Ingatan tentang suster ngesot kembali hadir dalam benakku, pasca insiden tikus nyemplung ini. Apalagi melihat tindakan spontan suamiku, yang mungkin inilah asli respon setiap laki-laki sejati. Berbeda dengan umumnya perempuan yang justru
By admin
Dipublikasikan pada Jumat, 16 Desember 2011 | 6:30
Oleh: Lathifah Musa
Gambar dari: airyz.wordpress.com
MediaIslamNet.Com– Antara geli, lucu dan kasihan, menyaksikan berita di TV tentang seorang Mega “Suster Ngesot” Tri Pratiwi yang ditendang Satpam Sunarya. Alih-alih sukses mengagetkan temannya yang sedang berulang tahun dengan kejutan dandan “Suster Ngesot “, mahasiswi cantik ini mengalami copot satu gigi memar-memar akibat tendangan satpam berbadan kekar. Ia pun akhirnya melaporkan Pak Satpam ke polisi.
Masih merasa aneh dengan berita unik dari Kota Kembang Bandung ini, tiba-tiba Abdullah, anak keduaku, melaporkan bahwa ada tikus nyemplung di bak kamar mandi. Lebih mengejutkan lagi ketika katanya tikus tersebut nyemplung di guci kamar mandi dalam. Artinya si tikus ada di kamar mandiku!
Mendadak sontak aku berlari ke kamar dan naik tempat tidur. Sungguh respon yang seharusnya jauh dari akal sehat. Membayangkan tikus nyemplung kamar mandi adalah peristiwa yang menggelikan, menjijikkan sekaligus mengerikan. Apalagi si tikus nyemplung di guci unik keemasan yang sudah kusulap jadi bak kamar mandi.
Fathimah, anak sulungku yang sudah pulang sekolah ikut berteriak naik tempat tidur. Demikian juga si kecil Muhammad yang melompat-lompat dan berteriak-teriak paling keras dengan gembira seolah menikmati kehebohan. Taqiyuddin, anak ketigaku yang berbadan paling gempal ikut-ikutan heboh mondar mandir kamar mandi tempat tikus kecemplung dan tempat tidur tempat kami menghindari tikus berlari.
Respon suamiku adalah yang terbaik dan terhebat! Spontan ia mengambil pel busa yang bertangkai besi dan mengeluarkan tikus dari guci yang selama ini menjadi bak kamar mandi kami. Dari kamar mandi ia berteriak, “Tikusnya dimatikan nggak?!”
Ada yang menjawab, “Matikan saja!”, tapi ada juga yang berteriak, “Terserah!” Yang pasti semua menginginkan si tikus segera dienyahkan.
Entah apa yang terjadi kemudian, ada suara duk, duk dan duk, suamiku berteriak lagi, “Tikusnya sudah keluar!” Alhamdulillah. Tapi kami belum beranjak, hingga suamiku menguras guci bak mandi dan mengganti airnya. Suamiku adalah pahlawan kami.
Ingatan tentang suster ngesot kembali hadir dalam benakku, pasca insiden tikus nyemplung ini. Apalagi melihat tindakan spontan suamiku, yang mungkin inilah asli respon setiap laki-laki sejati. Berbeda dengan umumnya perempuan yang justru
07 August 2010
bimbingin konseling
Diposkan oleh
Prin
Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah,
bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-
undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut
upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebutkons eli, agar mampu
mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya
(menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau
menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk
mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih
kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga
pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu
keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara
mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak
selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-
nilai yang dianut.
Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun
sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi
dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat.
Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan,
maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya
stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan
perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan
kesenjangan perkembangan tersebut, di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk
yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat,
revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga, dan perubahan
struktur masyarakat dari agraris ke industri.
Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti : maraknya tayangan pornografi
di televisi dan VCD; penyalahgunaan alat kontrasepsi, minuman keras, dan obat-obat
terlarang/narkoba yang tak terkontrol; ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga;
bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-
undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut
upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebutkons eli, agar mampu
mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya
(menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau
menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk
mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih
kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga
pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu
keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara
mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak
selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-
nilai yang dianut.
Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun
sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi
dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat.
Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan,
maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya
stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan
perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan
kesenjangan perkembangan tersebut, di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk
yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat,
revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga, dan perubahan
struktur masyarakat dari agraris ke industri.
Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti : maraknya tayangan pornografi
di televisi dan VCD; penyalahgunaan alat kontrasepsi, minuman keras, dan obat-obat
terlarang/narkoba yang tak terkontrol; ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga;
17 February 2006
Nilai Kls 3 Ti Smkn5 Rumbai
Diposkan oleh
Prin
1. Patrik 8
2. Rahmat Hidayat 8
3. Novrinda 8.5
4. Robbi Adil Ofali 8
5. Ronal Dauli 8
6. Ahmad Sajuli 8
7. Afrimatika 8
8. Dori Putra 8
9. Angga JAfario 8
10. Rika Nurmalasari 8.5
11. Idris Mukni 8.5
12. Armando 8.5
13. Budi Indrawan 8
14. Anggri Putro 8
15. Akmal 8
16. Cindra Mulyadi 8
17. Syaidul Rohman 8
Bagi nama yg blm terdaftar tetapi sudah mengirim tugas harap melapor di stianie7@yahoo.com
2. Rahmat Hidayat 8
3. Novrinda 8.5
4. Robbi Adil Ofali 8
5. Ronal Dauli 8
6. Ahmad Sajuli 8
7. Afrimatika 8
8. Dori Putra 8
9. Angga JAfario 8
10. Rika Nurmalasari 8.5
11. Idris Mukni 8.5
12. Armando 8.5
13. Budi Indrawan 8
14. Anggri Putro 8
15. Akmal 8
16. Cindra Mulyadi 8
17. Syaidul Rohman 8
Bagi nama yg blm terdaftar tetapi sudah mengirim tugas harap melapor di stianie7@yahoo.com