Recent Posts
31 July 2012
05 June 2012
Pengertian Sistem Operasi
Diposkan oleh
Prin
Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras
komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal
analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini
terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem
operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi
itu sendiri.
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan
menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.
28 February 2012
nasehat2
Diposkan oleh
Prin
"Seorang mukmin adalah seorang yang tidak pernah kenyang dari mendengarkan kebaikan sampai dengan berakhir di syurga."
IMAM SYAFI'I
IMAM SYAFI'I
16 December 2011
Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot”
Diposkan oleh
Prin
Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot” yang Copot!0 comments
By admin
Dipublikasikan pada Jumat, 16 Desember 2011 | 6:30
Oleh: Lathifah Musa
Gambar dari: airyz.wordpress.com
MediaIslamNet.Com– Antara geli, lucu dan kasihan, menyaksikan berita di TV tentang seorang Mega “Suster Ngesot” Tri Pratiwi yang ditendang Satpam Sunarya. Alih-alih sukses mengagetkan temannya yang sedang berulang tahun dengan kejutan dandan “Suster Ngesot “, mahasiswi cantik ini mengalami copot satu gigi memar-memar akibat tendangan satpam berbadan kekar. Ia pun akhirnya melaporkan Pak Satpam ke polisi.
Masih merasa aneh dengan berita unik dari Kota Kembang Bandung ini, tiba-tiba Abdullah, anak keduaku, melaporkan bahwa ada tikus nyemplung di bak kamar mandi. Lebih mengejutkan lagi ketika katanya tikus tersebut nyemplung di guci kamar mandi dalam. Artinya si tikus ada di kamar mandiku!
Mendadak sontak aku berlari ke kamar dan naik tempat tidur. Sungguh respon yang seharusnya jauh dari akal sehat. Membayangkan tikus nyemplung kamar mandi adalah peristiwa yang menggelikan, menjijikkan sekaligus mengerikan. Apalagi si tikus nyemplung di guci unik keemasan yang sudah kusulap jadi bak kamar mandi.
Fathimah, anak sulungku yang sudah pulang sekolah ikut berteriak naik tempat tidur. Demikian juga si kecil Muhammad yang melompat-lompat dan berteriak-teriak paling keras dengan gembira seolah menikmati kehebohan. Taqiyuddin, anak ketigaku yang berbadan paling gempal ikut-ikutan heboh mondar mandir kamar mandi tempat tikus kecemplung dan tempat tidur tempat kami menghindari tikus berlari.
Respon suamiku adalah yang terbaik dan terhebat! Spontan ia mengambil pel busa yang bertangkai besi dan mengeluarkan tikus dari guci yang selama ini menjadi bak kamar mandi kami. Dari kamar mandi ia berteriak, “Tikusnya dimatikan nggak?!”
Ada yang menjawab, “Matikan saja!”, tapi ada juga yang berteriak, “Terserah!” Yang pasti semua menginginkan si tikus segera dienyahkan.
Entah apa yang terjadi kemudian, ada suara duk, duk dan duk, suamiku berteriak lagi, “Tikusnya sudah keluar!” Alhamdulillah. Tapi kami belum beranjak, hingga suamiku menguras guci bak mandi dan mengganti airnya. Suamiku adalah pahlawan kami.
Ingatan tentang suster ngesot kembali hadir dalam benakku, pasca insiden tikus nyemplung ini. Apalagi melihat tindakan spontan suamiku, yang mungkin inilah asli respon setiap laki-laki sejati. Berbeda dengan umumnya perempuan yang justru
By admin
Dipublikasikan pada Jumat, 16 Desember 2011 | 6:30
Oleh: Lathifah Musa
Gambar dari: airyz.wordpress.com
MediaIslamNet.Com– Antara geli, lucu dan kasihan, menyaksikan berita di TV tentang seorang Mega “Suster Ngesot” Tri Pratiwi yang ditendang Satpam Sunarya. Alih-alih sukses mengagetkan temannya yang sedang berulang tahun dengan kejutan dandan “Suster Ngesot “, mahasiswi cantik ini mengalami copot satu gigi memar-memar akibat tendangan satpam berbadan kekar. Ia pun akhirnya melaporkan Pak Satpam ke polisi.
Masih merasa aneh dengan berita unik dari Kota Kembang Bandung ini, tiba-tiba Abdullah, anak keduaku, melaporkan bahwa ada tikus nyemplung di bak kamar mandi. Lebih mengejutkan lagi ketika katanya tikus tersebut nyemplung di guci kamar mandi dalam. Artinya si tikus ada di kamar mandiku!
Mendadak sontak aku berlari ke kamar dan naik tempat tidur. Sungguh respon yang seharusnya jauh dari akal sehat. Membayangkan tikus nyemplung kamar mandi adalah peristiwa yang menggelikan, menjijikkan sekaligus mengerikan. Apalagi si tikus nyemplung di guci unik keemasan yang sudah kusulap jadi bak kamar mandi.
Fathimah, anak sulungku yang sudah pulang sekolah ikut berteriak naik tempat tidur. Demikian juga si kecil Muhammad yang melompat-lompat dan berteriak-teriak paling keras dengan gembira seolah menikmati kehebohan. Taqiyuddin, anak ketigaku yang berbadan paling gempal ikut-ikutan heboh mondar mandir kamar mandi tempat tikus kecemplung dan tempat tidur tempat kami menghindari tikus berlari.
Respon suamiku adalah yang terbaik dan terhebat! Spontan ia mengambil pel busa yang bertangkai besi dan mengeluarkan tikus dari guci yang selama ini menjadi bak kamar mandi kami. Dari kamar mandi ia berteriak, “Tikusnya dimatikan nggak?!”
Ada yang menjawab, “Matikan saja!”, tapi ada juga yang berteriak, “Terserah!” Yang pasti semua menginginkan si tikus segera dienyahkan.
Entah apa yang terjadi kemudian, ada suara duk, duk dan duk, suamiku berteriak lagi, “Tikusnya sudah keluar!” Alhamdulillah. Tapi kami belum beranjak, hingga suamiku menguras guci bak mandi dan mengganti airnya. Suamiku adalah pahlawan kami.
Ingatan tentang suster ngesot kembali hadir dalam benakku, pasca insiden tikus nyemplung ini. Apalagi melihat tindakan spontan suamiku, yang mungkin inilah asli respon setiap laki-laki sejati. Berbeda dengan umumnya perempuan yang justru