Recent Posts

17 August 2012

Masalah seputar Qadha shalat yang berkaitan dengan masa haid

Masalah seputar Qadha shalat yang berkaitan dengan masa haid Pengertian qadha Qadha adalah menjalankan ibadah setelah lewat waktunya. Berbeda dengan Ada’ adalah menjalankan ibadah di dalam waktunya. Hukum Meng-qadha Shalat Para ulama’ sepakat bahwa mengqadha shalat yang tertinggal (karena udzur) itu wajib. Sebab mengqadha shalat akan membebaskan seorang mukallaf dari tanggungan.[2] Shalat fardhu atau Shalat lima waktu itu wajib dilaksanakan tepat pada waktunya, berdasarkan firman Allah U, إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً “Sesungguhnya Shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa’: 103). Oleh karena itu, barangsiapa mengakhirkannya dari waktu yang telah ditentukan tanpa ada halangan (uzur), maka ia berdosa. Namun, jika dia mengakhirkannya karena suatu halangan, tidaklah berdosa. Halangan-halangan itu ada yang dapat menggugurkan kewajiban Shalat sama sekali dan ada pula yang tidak menggugurkannya Hal-Hal yang Menggugurkan Shalat Ada sejumlah halangan atau uzur yang dapat menggugurkan shalat dari seseorang, yaitu : 1. Haid dan Nifas Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan menunaikan Shalat. Juga tidak wajib mengqadha Shalat-Shalat yang ditinggalkan di saat haid dan nifas tersebut, sekalipun dia harus mengqadha puasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasul r kepada Fatimah binti Abi Hubaisy, “Jika tenyata darah yang keluar itu haid, maka hentikanlah Shalat.” Dan Aisyah g juga pernah ditanya, ”Mengapa wanita haid harus mengqadha puasa tapi tidak harus mengqadha shalat? Maka Aisyah menjawab:” Kamipun mengalami hal itu, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa tapi kami tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.”[3] 2. Gila Kewajiban Shalat itu gugur dari orang gila yang terus-menerus. Namun, orang gila yang kumat-kumatan, ketika sadar wajib mengerjakan Shalat. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah r, “Beban taklif itu diangkat (oleh Allah) dari tiga golongan: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai ia baligh, dan orang gila sampai dia sadar kembali.” (HR Ahmad, Ashabus Sunan, dan Hakim). 3. Pingsan. Kewajiban shalat akan gugur dari orang yang pingsan jika pingsannya berlangsung dalam dua waktu Shalat yang bisa dijamak, seperti seseorang pingsan sebelum masuk waktu Dzuhur sampai dengan matahari terbenam. 4. Murtad Seseorang yang murtad (keluar dari Islam) kemudian masuk Islam kembali, maka hukumnya sama dengan orang kafir asli, yakni dia tidak wajib mengqadha Shalat. Tetapi, menurut ulama Syafi’i ia wajib mengqadha semua Shalat yang ia tinggalkan ketika murtad sebagai hukuman kepadanya.[4] Udzur atau hal-hal yang Membolehkan Mengakhirkan Shalat 1. Tidur & 2. Lupa Dalil Hadits: 1. Dari Anas bin Malik dari Nabi r, beliau bersabda: مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ: وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي “Barangsiapa lupa suatu shalat, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat. Karena tidak ada tebusannya kecuali itu. Allah berfirman: ‘(Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku).”(QS Thaha: 14)[5] 2. Dari Abu Qatadah dia berkata, “Kami pernah berjalan bersama Nabi r pada suatu malam. Sebagian kaum lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar bersama kami?” Beliau menjawab: “Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan shalat.” Bilal berkata, “Aku akan membangunkan kalian.” Maka merekapun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggannganya, tapi rasa kantuknya mengalahkannya dan akhirnya iapun tertidur. Ketika Nabi r terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: “Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!” Bilal menjawab: “Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya.” Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah U memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!” kemudian beliau berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat.”[6] 3. Dari Anas ra, Nabi r bersabda, “Barangsiapa lupa mengerjakan Shalat, hendaklah mengerjakannya bila telah ingat, dan selain itu tidak ada kewajiban kaffarat yang lain.”[7] Meninggalkan shalat dengan sengaja Terjadi perbedaan pendapat antara ulama mengenai orang yang meninggalkan shalat karena sengaja apakah ia mengqadha shalat yang ia tinggalkan atau tidak? Dalam kitab Fiqih Sunnah karangan Sayyid Sabbiq, Menurut madzhab jumhur ia berdosa dan wajib mengqadha shalat. Sebaliknya ibnu Taimiyah berkata, “Orang yang sengaja meninggalkan shalat, tidaklah diperintahkan oleh syara’ mengqadha dan jika diqadhanya juga maka tidak sah, hanya ia harus memperbanyak shalat sunnah.” Ibnu Hazmin mengupas secara panjang lebar mengenai masalah ini, “Adapun orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hingga luput waktunya, maka tidaklah dapat diqadha buat selama-lamanya. Oleh sebab itu hendaklah ia memperbanyak berbuat kebaikan dan mengerjakan shalat-shalat sunnah, agar beratlah timbanagan amalnya pada hari kiamat, hendaklah ia juga bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid, karangan Ibnu Rusydi, Jumhur sepakat bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia berdosa dan wajib atasnya untuk mengqadha shalat. Meskipun ada yang berpendapat ia tidak mengqadha tapi ia berdosa. Salah satunya Ibnu Hazm.[8] Cara Mengerjakan Shalat Qadha Barangsiapa tertinggal mengerjakan Shalat, maka wajib mengqadhanya sesuai dengan cara dan sifat-sifat Shalat yang tertinggal itu. Mengerjakan Qadha shalat dengan segera Mengqadha Shalat wajib dilakukan dengan segera, baik Shalat itu tertinggal karena sesuatu uzur yang tidak menggugurkan kewajibannya ataupun tanpa uzur sama sekali[9]. dan qadha ini tidak boleh ditunda-tunda kecuali ada halangan mendesak seperti bekerja untuk mencari rezeki dan menuntut ilmu yang wajib ‘ain baginya, begitu juga makan dan tidur. Dengan hanya mengqadha Shalat bukan berarti seseorang telah bebas dari dosa (karena menunda Shalat tanpa uzur), tetapi ia masih harus bertaubat, sebagaimana taubat tidak bisa menggugurkan kewajiban Shalat, namun harus disertai mengqadha pula. Hal ini karena salah satu syarat bertaubat adalah menghilangkan perbuatan dosa, sedang orang yang bertaubat tanpa mengqadha belum berarti ia telah menghilangkan perbuatan dosa tersebut.[10] Qadha shalat musafir Jika seorang musafir yang menempuh jarak qashar tertinggal Shalat yang empat rakaat, ia mengqadhanya dua rakaat, sekalipun dikerjakan di rumah. Tetapi, menurut ulama Syafi’i dan Hanbali, dalam keadaan terakhir ini, ia mengqadhanya empat rakaat, sebab hukum asal Shalat adalah itmam (menyempurnakan Shalat empat rakaat). Karena itu, ketika di rumah, Shalat dengan itmamlah yang harus dikerjakan. Sebaliknya, jika seorang mukmin tidak dalam perjalanan (di rumah) tertinggal Shalat yang empat rakaat, maka ia harus mengqadhanya empat rakaat pula sekalipun dikerjakan dalam perjalanan.[11] Qadha shalat sirriyyah dan jahriyyah Demikian juga, jika ia tertinggal Shalat sirriyyah (yang bacaannya pelan) seperti Dzuhur, maka di waktu mengqadhanya harus secara sirri pula, sekalipun dikerjakan di malam hari. Sebalikmya, jika ia tertinggal Shalat Jahrriyyah (yang bacaannya keras) seperti Shalat Subuh, maka mengqadhanya pun harus keras pula, sekalipun dikerjakan di siang hari. Akan tetapi, menurut ulama Syafi’i yang menjadi patokan adalah waktu di mana qadha itu dilaksanakan. Jadi, seandainya qadha itu dilaksanakan pada malam hari, maka bacaannya harus dikeraskan, sekalipun yang diqadha itu Shalat sirriyyah. Dan sebaliknya, jika di siang hari maka bacaan Shalat harus dipelankan walaupun yang diqadhanya itu Shalat jahriyyah.[12] Memperhatikan tertib urutan shalat yang diqadha Dalam mengqadha Shalat yang tertinggal (Shalat faa’itah) hendaknya diperhatikan tertib urutannya satu dengan yang lain. Para ulama sepakat selain para ulama Syafi’i atas wajibnya tertib dalam melakukan qadha’ shalat-shalat yang tertinggal. Shalat yang terdahulu harus di-qadha’ lebih dahulu dari pada yang belakangan. Qadha Shalat Subuh dikerjakan sebelum qadha Dzuhur, dan qadha Dzuhur sebelum Shalat Ashar. Syafi’i mengatakan: Tertib antara shalat yang tertinggal itu hukumnya sunnah, bukan wajib. Orang yang mengqadha’ shalat Isya lebih dahulu, kemudian baru melakukan shalat Maghrib, shalatnya tetap sah. Di samping itu, hendaklah diperhatikan pula urutan Shalat faa’itah dengan Shalat pada waktunya (Shalat haadhirah). Maka, apabila Shalat faa’itah itu kurang dari lima waktu atau hanya lima waktu, Shalat haadhirah tidak boleh dikerjakan dulu sebelum Shalat faa’itah dikerjakan dengan tertib, selama tidak dikhawatirkan habisnya waktu Shalat haadhirah.[13] Terlupa dengan shalat faa’itah setelah melakukan shalat haadhirah Ulama Hanafi berpendapat, jika seseorang setelah mengerjakan Shalat haadhirah teringat akan Shalat faa’itah yang belum dikerjakannya, batallah Shalat haadhirahnya. Orang itu harus mengerjakan Shalat faa’itah dulu dan setelah itu mengulangi Shalat haadhirah. Namun, menurut ulama yang lain, ia tidak harus mengulangi Shalat haadhirah. Sedang menurut ulama Maliki, sunnah mengulangi lagi Shalat haadhirah setelah mengerjakan faa’itah. Jika Shalat faa’itah itu enam waktu atau lebih, maka dalam mengerjakannya tidah harus tertib, boleh dikerjakan sebelum Shalat haadhirah ataupun sesudahnya.[14] Mengqadha shalat dibolehkan pada waktu yang terlarang untuk melakukan shalat nafilah Maliki, Syafi’I, Hambali berpendapat mengqadha shalat boleh dilakukan setiap saat, sekalipun pada waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat nafilah (sunnah). Berbeda dengan Hanafi, tidak boleh mengqadha shalat pada tiga waktu yang dilarang Shalat, yaitu ketika matahari terbit, matahari berada tepat di tengah langit (waktu istiwa’), dan ketika matahari terbenam. Sedang pada selain tiga waktu terlarang shalat, maka boleh walaupun dikerjakan sesudah shalat ashar. Juga dalam satu waktu boleh mengqadha beberapa Shalat yang tertinggal, sebab pengertian qadha adalah melakukan Shalat yang telah lewat waktunya. Jika terlupa berapa jumlah shalat yang ditinggalkan Barangsiapa tertinggal sejumlah Shalat, tetapi ia lupa atau tidak tahu persis berapa jumlahnya, maka ia harus mengerjakan qadha sampai merasa yakin bahwa kewajibannya telah terpenuhi.[15] Permasalahan seputar mengqada shalat sebab haid © Jika seorang perempuan haid sebelum ashar, misalnya sedangkan ia belum mengerjakan shalat dhuhur, apakah ia wajib mengganti shalat dhuhur itu setelah ia suci? Abu Malik Kamal dalam kitabnya fiqih sunnah wanita jilid 1 berkomentar mengenai hal ini, “shalat dhuhur itu telah menjadi wajib baginya sebab ia masih dalam keadaan suci ketika waktu shalat tiba. Maka ia wajib mengganti shalat tersebut dengan syarat ia haid ketika telah masuk waktu untuk melaksanakan satu rakaat shalat dzuhur itu. Hal ini berdasarkan firman Allah U: إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”(Qs an-Nisa’ 103) © Bangun tidur untuk melaksanakan sholat shubuh, namun setelah matahari terbit melihat adanya darah, apakah harus mengulang shalatya? Syeikh utsaimain dalam fatwa-fatwa tentang wanita jilid 1 menjawab: “Ya, wanita yang mengalami seperti itu harus mengulangi shalat tersebut, karena asalnya darah belum keluar,dan jika asalnya darah itu belum ada maka berarti wanita itu telah mendapatkan waktu shalat sebelum ia haidh, akan tetapi yang saya sayangkan di sini adalah bahwa wanita itu bangun dari tidur setelah matahari terbit untuk melaksanakan shalat subuh, untuk itu maka saya sarankan agar setiap orang selalu waspada dengan memiliki sarana- sarana yang layak untuk membangunkan dirinya dari tidur agar dapat shalat subuh pada waktunya.[16] © Telah suci saat shalat ashar atau isya’ apakah wajib melaksanakan dhuhur dan maghrib? Al-lajnah Daimah menjawab, “Jika seorang wanita telah mendapatkan kesuciannya dari haid atau nifasnya sebelum habisnya waktu shalat yang harus ia kerjakan saat itu, maka diwajibkan baginya untuk melaksanakan shalat itu serta shalat yang bisa dijamak bersama shalat itu. Dengan demikian jika seorang wanita mendapatkan kesucinnya sebelum terbenamnya matahari maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat ashar dan shalat dhuhur. Dan barang siapa yang mendapatkan kesuciannya sebelum terbitnya fajar kedua maka wajib baginya melaksanakan shalat isya dan shalat maghrib dan barang siapa yang mendapatkan kesuciannya sebelum terbitnya matahari maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat subuh.”[17] © Jika seorang perempuan suci dari haid sebelum ashar, dan waktu ashar masuk ketika ia sedang bersuci, apakah ia wajib mengganti shalat dzuhur? Abu Malik Kamal berpendapat, “Pada dasarnya, perempuan tersebut wajib mengganti shalat yang ditinggalkannya setelah suci dari haid atau nifas. Maka ia wajib mengerjakan shalat dhuhur dan ashar sebelum matahari tenggelam pada hari itu juga. Demikian pula jika ia suci dari haid sebelum terbitnya fajar maka ia wajib mengerjakan shalat maghrib dan isya’ pada malam itu, sebab waktu shalat isya’ merupakan waktu bagi pelaksanaan shalat maghrib dalam keadaan darurat.[18] Ibnu Taimiyah berkata madzhab jumhur ulama, seperti imam Malik, Syafi’i dan Ahmad menetapkan bahwa, jika seorang perempuan suci dari haidnya dipenghujung hari, maka ia harus mengerjarkan shalat dhuhur dan ashar pada hari itu. Demikian pula jika ia suci dipenghujung malam maka ia wajib mengerjakan shaat maghrib dan isya’ secara bersamaan sebagaimana dinyatakan Abdurrahman Bin ‘Auf , Abu Hurairah, dan Ibnu Abbas. Alasannya, karena waktu shalat yang terakhir juga merupakan waktu bagi shalat yang pertama dalam keadaan dharurat. Jika seorang perempuan suci dipenghujung hari, maka waktu shalat dhuhur masih tersisa sehingga ia harus melakukannya sebelum shalat ashar. Dan jika ia suci dipenghujung malam, maka waktu shalat maghrib masih tersisa sehingga ia wajib melaksanakannya sebelum shalat isya’.[19] Ibnu Al-Jauzi berpendapat, “Apabila seorang wanita haid telah suci sebelum matahari terbenam(ashar) dia wajib mengerjakan dhuhur dan ashar. Dan apabila ia suci sebelum terbitnya fajar (sebelum shubuh) maka dia wajib mengarjakan shalat maghrib dan isya’ karena waktu shalat yang terakhir menjadikan shalat yang awal pada kondisi jama’ disebabkan udzur. Maka dibolehkan menjadikan waktu yang akhir tersebut untuk menunaikan kewajiban yang belum dilaksanakan, yaitu setelah tidak ada udzur lagi. Kemudian apabila dia mengalami haid setelah masuk waktu shalat pertama yaitu shalat dhuhur dan ashar, shalat maghrib dan isya’ maka dia diwajibkan mengerjakan shalat yang pertama, ini menurut satu pendapat. Artinya apabila dia telah suci maka dia harus mengqadhanya. Lantas, apakah dia harus mengerjakan shalat waktu kedua karena dia memperoleh waktu shalat pertama ataukah tidak? Dalah hal ini ada dua pendapat.[20] (Dalam hal ini belum kami temukan dalil dan pendapat yang berkenaan dengan hal ini .pen) Menurut syaikh Abdullah Aziz Bin Baz, jika seorang wanita telah suci dari haidnya diwaktu ashar maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat dhuhur dan ashar dengan menjama’ keduanya menurut pendapat yang paling benar diantara 2 pendapat para ulama, karena kedua waktu shalat itu adalah satu bagi orang yang berhalangan seperti orang sakit dan musafir, dan wanita inipun mendapatkan halangan dikarenkan tertundanya kesuciannya dari darah nifas atau darah haid. Demikian pula jika ia mendapatka kesuciannya disaat isya’, maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat maghrib dan isya’ dengan cara menjama’ sebagaimana disebutkan diatas. [21] Pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, berbeda dengan pendapat yang sebelunya, menurut beliau pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah tidak diwajibkan baginya kecuali shalat ashar saja karena tidak ada dalil yang mewajibkan untuk melaksanakan shalat dhuhur. Kaidah pokok ilmu fiqih mengatakan “Asal dari segala sesuatu adalah bebas dari tanggung jawab” kemudian Rasulullah r bersabda, “Barang siapa yang dapat melaksanakan shalat ashar satu rakaat sebelum terbenam matahari, maka berarti ia telah mendapatkan shalat ashar.[22] © Mendapatkan haid beberapa saat setelah masuk waktu shalat, wajibkan mengqadha shalat tersebut setelah suci? Ada perbedaan pendapat diantara para ulama dalam masalah ini, diantara mereka ada yang berpendapat bahwa tidak diharuskan baginya untuk mengqadha shalat dhuhur itu, karena ia tidak berbuat kelalaian dan juga tidak berdosa sebab memang dibolehkan baginya untuk menunda shalat dhuhur itu hingga akhir waktu shalat. Ada juga yang berpendapat bahwa ia harus mengqadha shalat dhuhur itu berdasarkan ungkapan yang bersifat umum. Pada sabda Rasulullah r, “من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة“ Barang siapa yang dapat melaksanakan satu rakaat dari suatu shalat maka berarti ia telah mendapakan shalat itu. Untuk berhati-hati maka yang lebih baik baginya adalah mengqadha shalat tersebut, karena yang perlu diqadha adalah satu shalat itu saja, yang tidak akan menyulitkannya.[23] Syakh Utsaimin, “Jika seorang wanita mendapatkan haid beberapa saat setelah masuknya waktu shalat dan ia belum melaksanakan shalat itu sebelum datangnya haid maka wajib baginya untuk mengqadha shalat itu jika ia telah suci, hal ini berdasarkan sabda rasul[24] “من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة“ “Barang siapa yang dapat melaksanakan satu rakaat dari suatu shalat maka berarti ia telah mendapakan shalat itu.”[25] Dan jika seorang wanita telah memasuki waktu shalat sekedar satu rakaat, kemudian ia mendapatkan haidh sebelum melakukan shalat itu maka diharuskan baginya untuk mengqodha shalat itu ika ia telah suci.[26] © Suci sebelum habisnya waktu shalat, wajibkah melakukan shalat itu? jika ia suci dari haidh beberapa saat sebelum habisnya waktu shalat, maka wajib baginya untuk mengqodha shalat itu, walaupun ia mendapatkan kesuciaanya beberapa saat sebelum terbitnya matahari sekedar waktu yang cukup untuk satu rakaat, maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat subuh. Begitu pula jika ia mendapatkan kesuciannya beberapa saat sebelum terbenamnya matahari sekedar waktu yang cukup untuk satu rakaat maka wajib baginya untuk shalat ashar. Jika ia mendapatkan kesuciannya sebelum pertengahan malam sekadar waktu yang cukup untuk satu rakaat maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat Isya. Jika ia mendapatkan kesuciannya beberapa saat sesudah pertengahan malam maka tidak wajib baginya untuk melaksanakan shalat Isya dan diwajibkan baginya untuk melaksanakan shalat shubuh jika telah datang waktu shalat subuh , Allah berfirman : إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً “Sesungguhnya Shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa’: 103). Yakni, shalat yang wajib itu ditentukan oleh waktu yang terbatas, yang mana tidak boleh baginya untuk melaksanakan shalat jika telah habis waktunya, juga tidak boleh melaksanakan shalat sebelum tiba waktunya.[27] © Apabila shalat yang ditinggalkan jumlahnya banyak, apak juga harus mengqadha shalat sunnahnya ? Syaikh islam ibnu taimiyah berpendapat, “bersegera mengerjakan qadha shalatnya yang banyak itu lebih utama dari pada disibukkan dalam urusan shalat nafilah(sunnah). Namun, jika shalat yang ia qadha hanya sedikit, maka menjalankan shalat sunnahnya sekaligus itu baik. Sebab ketika perang Hunain Nabi r dan para sahabat tertidur, sehingga terlewat waktu shalat fajr, maka beliau dan para sahabat mengqadha shalat fardhu dan shlat sunnah fajar. Namun ketika perang khandhaq beliau mengqadha shalat-shalat fardhu tanpa mengerjakan shalat-shalat sunnah. Wallahu a’lam[28] Kesimpulan akhir yang kami ambil, bardasarkan perkataan Syeikh Abdullah Bin Jibrin yaitu:[29] Apabila ia suci sebelum masuknya waktu sholat maghrib, hendaknya ia shalat dzuhur dan ashar. Apabila ia suci setelah masuknya waktu shalat magrib, hendaknya ia melaksanakan shalat maghrib saja. Apabila ia suci sebelum masuknya waktu shalat dzuhur, maka ia tidak harus mengerjakan shalat apapun. Apabila ia suci setelah isya dan sebelum masuknya waktu shalat fajar, hendaknya ia melaksanakan shalat maghrib dan isya. Apabila ia haid setelah masuknya waktu shalat, maka hendaknya ia mengqodho’ shalat tersebut seteah ia suci. Apabila ia suci sebelum keluarnya waktu shalat fajar, maka hendaknya ia mengqodha shalat tersebut. Apabila ia suci sebelum masuknya waktu shalat maghrib, hendaknya ia melaksanakan shalat dzuhur dan ashar. Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan sebagai tanda masuknya waktu shalat, kemudian setelah adzan di kumandangkan ia haid, maka tersisa baginya hutang shalat dan ia harus menunggu hingga suci, kemudian ia mengqodha’nya. Demikian, semoga bisa diambil manfaatnya…….. ZukhRuF Referensi: _ Abdurrahman Al Jaziri, Kitabul Fiqih ‘Ala Madzahibul Arba’ah jus 1 (Beirut, Libanon: Darul Kutub Al’Alamiyah, cet. 3, tahun 2006 M/ 1427 H) _ Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Fatawa An Nisa’ (Madinah: Maktabah Asy Syaruq) _ Ibnu Rusydi, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid jilid 1 (kairo: Darul Aqidah, cet. 1, tahun 2004 M/ 1425 H) _ Amin Bin Yahya al-Wazan, Fatwa-fatwa tentang wanita, jilid 1 (Jakarta: Darul Haq, cet. 5, tahun 1428 H/ 2007 M) _ Abu Malik Kamal, Fiqih Sunnah Wanita jilid 1 (Jakarta: Pena Pundi Aksara, cet.1, tahun 2007 M) _ Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah (Bandung: PT Al Ma’arif, cet. 1, tahun 1976 M) _ Ibnu Al- Jauzi, Ahkam An-Nisa’, terjemahan Amar Syarifuddin Untukmu Wanita Shalihah (Klaten: inas media, cet. 1, tahun 2009 M) _ Fathul Bukhori Bisyarhi Shahih Bukhari, Imam Hafidz Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al-‘Asqalani (Kairo: Darul hadits, 1424 h/ 2004M) _ http://almanaar.wordpress.com/2007/12/11/hukum-meng-qadha-shalat/ 1 Sebelum haid ataupun setelah suci dari haid [2] Lihat footnote Fatawa An-Nisa’ karangan Ibnu Taimiyyah hal : 30 [3] Fatwa-fatwa tentang wanita, jilid 1 hal:157 [4] Lihat Kitabul Fiqih ‘Ala Madzahibul Arba’ah jus 1 hal 253 [5] (HR. Al-Bukhari no. 597 dan Muslim no. 1102) [6] HR. Al-Bukhari no.595 [7] HR al-Khamsah/lima imam hadis [8] Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid, hal: 230 [9] Menurut kesepakatan 3 imam: Hanafi, Maliki, Hambali [10] Lihat Kitabul Fiqih ‘Ala Madzahibul Arba’ah jus 1 hal 254 [11] Lihat Kitabul Fiqih ‘Ala Madzahibul Arba’ah jus 1 hal 255 [12] Ibid hal 255 [13] Ibid hal: 255-256 [14] Lihat footnote Kitabul Fiqih ‘Ala Madzahibul Arba’ah jus 1 hal 255-256 [15] Ibid hal: 257 [16] fatwa-fatwa tentang wanita jilid 1 hal 158 [17] Ibid hal:135 [18] Fiqih sunnah wanita jilid 1, hal: 60 [19] Ibid hal : 61 [20] Untukmu Wanita Sshalihah, Ibnu jauzi hal: 48 [21] Fatwa-fatwa tentang wanita jilid 1, hal 131 [22] Ibid hal:132 [23] Ibid hal: 133 [24] Ibid hal :134 [25] HR Bukhori no. 580 Abu Dawud no. 1123 [26] Fatwa-fatwa tentang wanita hal: 133-134 [27] Fatwa-fatwa tentang wanita, hal,134 [28] Fatawa an-Nisa’ hal 30 [29] http://www.vb.fadhaa.com/forum.php

03 August 2012

Bagaimana Cara Mempromosikan Blog anda?

Bingung....
Apa yang dilakukan setelah buat blog. Ya jika pembaca sekalian ingin blognya dikenal banyak orang maka tentu harus promosi. Bagaimana cara promosinya ya?

Nah diartikel kali ini saya akan mengulas bagaimana agar blog mudah terkenal?

ok lets together....

Yang harus pembaca lakukan adalah:

1. Hubungkan blog Anda ke Google +. Beralih profilku Blogger untuk Google + untuk mengambil keuntungan dari berbagi otomatis, Google + komunitas blogging, dan fitur yang akan datang dirancang untuk membantu Anda membangun sebuah berikut.
2. Pelajari lebih lanjut tentang apa artinya untuk beralih profilku Blogger untuk Google +.
3. Menulis konten berkualitas dan yang tersusun dengan baik dengan tata bahasa yang dapat dimengerti.
3. Memanfaatkan Preferensi Pencarian Blogger fitur untuk memastikan lebih mudah bagi mereka yang mencari konten Anda.
4. Aktifkan Email This Post. Jika Anda menggunakan Email This Post di blog Anda, orang akan dapat maju posting Anda ke teman-teman. Ini mungkin tidak memiliki dampak langsung pada statistik situs Anda, namun akan memungkinkan orang lain untuk mempublikasikan blog Anda.
5. Hidupkan feed situs Anda. Ketika orang berlangganan feed situs Anda dalam newsreaders mereka, mereka lebih cenderung untuk membaca posting Anda.
6. Tambahkan blog Anda ke daftar Blogger. Bila Anda menambahkan blog Anda ke daftar kami itu muncul dalam NextBlog, Baru saja Diperbarui, dan tempat-tempat lainnya. Ini seperti memilih untuk lalu lintas.
7. Publish update reguler. Semakin sering Anda update blog, semakin banyak lalu lintas yang akan anda mendapatkan.
8. Pikirkan audiens Anda. Cara yang baik untuk membangun penonton adalah untuk berbicara dengan orang tertentu. Ketika Anda menjaga audiens Anda dalam pikiran, keuntungan tulisan Anda fokus. Fokus pergi jauh ke arah pengunjung.
9. Masukan URL blog Anda di signature email Anda.
10. Kirim alamat Anda ke blog situs pencarian dan direktori. Orang mencari konten blog di Technorati setiap hari, apakah Anda dalam daftar mereka? Anda seharusnya dapat mendaftarkan url blog Anda ke Technorati, Daypop, Blogdex, Popdex, dan situs lain yang sejenisnya.
11. Jadilah commenter aktif. Jika menemukan sebuah blog yang Anda suka, mengapa tidak meninggalkan komentar? Dengan cara ini, orang lain yang membaca dan tertarik dalam komentar Anda dan klik kembali ke profil Anda dan memeriksa blog Anda.
12. Atur blog Anda untuk Kirim Ping. Bila pengaturan ini diaktifkan, blog Anda akan dicantumkan dalam daftar "baru-baru ini diperbarui" daftar di web serta lainnya dengan blog layanan lainnya yang terkait.

Demikian ulasan bagaimana cara mempromosikan blog anda.

Semoga bermamfaat...

http://saintop.blogspot.com

Apa itu Feed Situs?

Ketika berkunjung ke blog seseorang yang sudah mahir dibidang blogger saya sering menemukan ada feed diblog tersebut. Akhirnya saya penasaran ingin cari tau apa sih maksudnya feed situs. Para pembaca sekalian disini, saya akan berbagi mengulas apa itu feed situ. Lets Check it out......(heheh)

Apa itu feed situs?

Sebuah feed situs adalah representasi yang dapat dibaca mesin dari blog Anda yang dapat diambil dan ditampilkan di situs web lain dan alat-alat informasi agregasi. Untuk informasi tentang cara mengaktifkan feed Anda, lihat: Bagaimana cara mengubah pengaturan pada situs saya?

Potongan khusus dari perangkat lunak yang disebut pembaca feed, pembaca berita, atau dapat memindai agregator feed situs Anda, dan secara otomatis membiarkan pembaca tahu ketika blog Anda telah diperbarui. Contoh dari perangkat lunak tersebut adalah Google Reader, yang dapat Anda gunakan dengan Account Google Anda. Pilihan lain, termasuk berbasis web dan client-side software, tercantum di AtomEnabled.org.

Demikian ulasan tentang feed situs. Moga pembaca sekalian sedikit lebih clear ya....

Wasalam

saintop.blogspot.com

MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA - Bagian 1

MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA

A. MENGENAL PENCAHAYAAN

Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat. Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam teater, lighting terbagi menjadi dua yaitu:

1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat.
2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsi lighting sebagai unsur artisitik pementasan. Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.

Dalam seni pertunjukan, tata cahaya berada dalam disiplin teknik produksi bersama dengan tata pentas, kriya panggung (stage craft) dan hal hal lain yang bersifat sebagai pendukung visual suatu pergelaran.

Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.

Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan.

Studi utama dari penataan cahaya adalah alam beserta seluruh isinya. Karena penataan cahaya di atas pentas adalah peniruan dari apa yang terjadi di alam semesta raya ini. Dari sumber cahayanya, cahaya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Cahaya langsung
Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.
2. Cahaya Tak Langsung
Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.

02 August 2012

Web Design Kelas XI TKJ

Web Design Kelas XI TKJ terbagi menjadi :

1. HTML Lanjutan
2. CSS
3. PHP
4. MySql
5. Javascript
6. JQuery

Ok kita akan masuk step by step dalam mempelajari materi diatas. Tools yang kita gunakan adalah Macromedia Dreamweaver. Klo anda ingin mahir di script silakan gunakan NotePad++ or Notepad atau tools text lainnya.

01 August 2012

Download VmWare

Vmware adalah sebuah software yang digunakan untuk menjalankan sistem operasi secara virtual. Silakan download disini

31 July 2012

Struktur Atom

Atom terdiri dari proton elektron newtron

05 June 2012

Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri. Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.

Alat Bekam

Peralatan Bekam meliputi

28 February 2012

nasehat2

"Seorang mukmin adalah seorang yang tidak pernah kenyang dari mendengarkan kebaikan sampai dengan berakhir di syurga."
IMAM SYAFI'I

16 December 2011

Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot”

Untung Hanya Gigi “Suster Ngesot” yang Copot!0 comments
By admin
Dipublikasikan pada Jumat, 16 Desember 2011 | 6:30

Oleh: Lathifah Musa

Gambar dari: airyz.wordpress.com

MediaIslamNet.Com– Antara geli, lucu dan kasihan, menyaksikan berita di TV tentang seorang Mega “Suster Ngesot” Tri Pratiwi yang ditendang Satpam Sunarya. Alih-alih sukses mengagetkan temannya yang sedang berulang tahun dengan kejutan dandan “Suster Ngesot “, mahasiswi cantik ini mengalami copot satu gigi memar-memar akibat tendangan satpam berbadan kekar. Ia pun akhirnya melaporkan Pak Satpam ke polisi.

Masih merasa aneh dengan berita unik dari Kota Kembang Bandung ini, tiba-tiba Abdullah, anak keduaku, melaporkan bahwa ada tikus nyemplung di bak kamar mandi. Lebih mengejutkan lagi ketika katanya tikus tersebut nyemplung di guci kamar mandi dalam. Artinya si tikus ada di kamar mandiku!

Mendadak sontak aku berlari ke kamar dan naik tempat tidur. Sungguh respon yang seharusnya jauh dari akal sehat. Membayangkan tikus nyemplung kamar mandi adalah peristiwa yang menggelikan, menjijikkan sekaligus mengerikan. Apalagi si tikus nyemplung di guci unik keemasan yang sudah kusulap jadi bak kamar mandi.

Fathimah, anak sulungku yang sudah pulang sekolah ikut berteriak naik tempat tidur. Demikian juga si kecil Muhammad yang melompat-lompat dan berteriak-teriak paling keras dengan gembira seolah menikmati kehebohan. Taqiyuddin, anak ketigaku yang berbadan paling gempal ikut-ikutan heboh mondar mandir kamar mandi tempat tikus kecemplung dan tempat tidur tempat kami menghindari tikus berlari.

Respon suamiku adalah yang terbaik dan terhebat! Spontan ia mengambil pel busa yang bertangkai besi dan mengeluarkan tikus dari guci yang selama ini menjadi bak kamar mandi kami. Dari kamar mandi ia berteriak, “Tikusnya dimatikan nggak?!”

Ada yang menjawab, “Matikan saja!”, tapi ada juga yang berteriak, “Terserah!” Yang pasti semua menginginkan si tikus segera dienyahkan.

Entah apa yang terjadi kemudian, ada suara duk, duk dan duk, suamiku berteriak lagi, “Tikusnya sudah keluar!” Alhamdulillah. Tapi kami belum beranjak, hingga suamiku menguras guci bak mandi dan mengganti airnya. Suamiku adalah pahlawan kami.

Ingatan tentang suster ngesot kembali hadir dalam benakku, pasca insiden tikus nyemplung ini. Apalagi melihat tindakan spontan suamiku, yang mungkin inilah asli respon setiap laki-laki sejati. Berbeda dengan umumnya perempuan yang justru

hti channel 03.flv

07 August 2010

bimbingin konseling

Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah,
bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-
undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut
upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebutkons eli, agar mampu
mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya
(menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).

Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau
menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk
mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih
kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga
pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu
keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara
mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak
selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-
nilai yang dianut.

Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun
sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi
dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat.
Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan,
maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya
stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan
perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan
kesenjangan perkembangan tersebut, di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk
yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat,
revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga, dan perubahan
struktur masyarakat dari agraris ke industri.

Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti : maraknya tayangan pornografi
di televisi dan VCD; penyalahgunaan alat kontrasepsi, minuman keras, dan obat-obat
terlarang/narkoba yang tak terkontrol; ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga;

17 February 2006

Nilai Kls 3 Ti Smkn5 Rumbai

1. Patrik 8
2. Rahmat Hidayat 8
3. Novrinda 8.5
4. Robbi Adil Ofali 8
5. Ronal Dauli 8
6. Ahmad Sajuli 8
7. Afrimatika 8
8. Dori Putra 8
9. Angga JAfario 8
10. Rika Nurmalasari 8.5
11. Idris Mukni 8.5
12. Armando 8.5
13. Budi Indrawan 8
14. Anggri Putro 8
15. Akmal 8
16. Cindra Mulyadi 8
17. Syaidul Rohman 8

Bagi nama yg blm terdaftar tetapi sudah mengirim tugas harap melapor di stianie7@yahoo.com

08 February 2006

Sistem Operasi


Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri.
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.

Fungsi Dasar



Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
Tujuan Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.
Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan -- membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.

Sejarah Sistem Operasi



Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:

•Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

•Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.

•Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) dan multi-programming (melayani banyak program sekali gus).

•Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

Layanan Sistem Operasi



Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut: pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.

Struktur Komputer



Struktur sebuah sistem komputer dapat dibagi menjadi:
•Sistem Operasi Komputer.
•Struktur I/O.
•Struktur Penyimpanan.
•Storage Hierarchy.
•Proteksi Perangkat Keras.

Sistem Operasi Komputer



Dewasa ini sistem komputer multiguna terdiri dari CPU (Central Processing Unit); serta sejumlah device controller yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya disk drive, audio device, dan video display). CPU dan device controller dapat dijalankan secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk mengatur akses ke memori.
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mesti dijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistem komputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta "dilayani" oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda.

Struktur I/O



Bagian ini akan membahas struktur I/O, interupsi I/O, dan DMA, serta perbedaan dalam penanganan interupsi.

Interupsi I/O



Untuk memulai operasi I/O, CPU me-load register yang bersesuaian ke device controller. Sebaliknya device controller memeriksa isi register untuk kemudian menentukan operasi apa yang harus dilakukan. Pada saat operasi I/O dijalankan ada dua kemungkinan, yaitu synchronous I/O dan asynchronous I/O. Pada synchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. Sedangkan pada asynchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai. Sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat dijalankan secara bersamaan.

Struktur DMA



Direct Memory Access (DMA) suatu metoda penanganan I/O dimana device controller langsung berhubungan dengan memori tanpa campur tangan CPU. Setelah men-set buffers, pointers, dan counters untuk perangkat I/O, device controller mentransfer blok data langsung ke penyimpanan tanpa campur tangan CPU. DMA digunakan untuk perangkat I/O dengan kecepatan tinggi. Hanya terdapat satu interupsi setiap blok, berbeda dengan perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi untuk setiap byte (word).

Struktur Penyimpanan



Program komputer harus berada di memori utama (biasanya RAM) untuk dapat dijalankan. Memori utama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Idealnya program dan data secara keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen. Namun demikian hal ini tidak mungkin karena:
•Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
•Memori utama bersifat volatile, tidak bisa menyimpan secara permanen, apabila komputer dimatikan maka data yang tersimpan di memori utama akan hilang.

Memori Utama



Hanya memori utama dan register merupakan tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Oleh karena itu instruksi dan data yang akan dieksekusi harus disimpan di memori utama atau register.
Untuk mempermudah akses perangkat I/O ke memori, pada arsitektur komputer menyediakan fasilitas pemetaan memori ke I/O. Dalam hal ini sejumlah alamat di memori dipetakan dengan device register. Membaca dan menulis pada alamat memori ini menyebabkan data ditransfer dari dan ke device register. Metode ini cocok untuk perangkat dengan waktu respon yang cepat seperti video controller.
Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.

Magnetic Disk



Magnetic Disk berperan sebagai secondary storage pada sistem komputer modern. Magnetic Disk disusun dari piringan-piringan seperti CD. Kedua permukaan piringan diselimuti oleh bahan-bahan magnetik. Permukaan dari piringan dibagi-bagi menjadi track yang memutar, yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sektor.

Storage Hierarchy



Dalam storage hierarchy structure, data yang sama bisa tampil dalam level berbeda dari sistem penyimpanan. Sebagai contoh integer A berlokasi pada bekas B yang ditambahkan 1, dengan asumsi bekas B terletak pada magnetic disk. Operasi penambahan diproses dengan pertama kali mengeluarkan operasi I/O untuk menduplikat disk block pada A yang terletak pada memori utama Operasi ini diikuti dengan kemungkinan penduplikatan A ke dalam cache dan penduplikatan A ke dalam internal register. Sehingga penduplikatan A terjadi di beberapa tempat. Pertama terjadi di internal register dimana nilai A berbeda dengan yang di sistem penyimpanan. Dan nilai di A akan kembali sama ketika nilai baru ditulis ulang ke magnetic disk.
Pada kondisi multi prosesor, situasi akan menjadi lebih rumit. Hal ini disebabkan masing-masing prosesor mempunyai local cache. Dalam kondisi seperti ini hasil duplikat dari A mungkin hanya ada di beberapa cache. Karena CPU (register-register) dapat dijalankan secara bersamaan maka kita harus memastikan perubahan nilai A pada satu cache akan mengubah nilai A pada semua cache yang ada. Hal ini disebut sebagai Cache Coherency.

Proteksi Perangkat Keras



Sistem komputer terdahulu berjenis programmer-operated systems. Ketika komputer dioperasikan dalam konsul mereka (pengguna) harus melengkapi sistem terlebih dahulu. Akan tetapi setelah sistem operasi lahir maka hal tersebut diambil alih oleh sistem operasi. Sebagai contoh pada monitor yang proses I/O sudah diambil alih oleh sistem operasi, padahal dahulu hal ini dilakukan oleh pengguna.
Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjang program secara simultan. Pengertian spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/O masih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Pembagian ini memang menguntungkan sebab banyak proses dapat berjalan pada satu waktu akan tetapi mengakibatkan masalah-masalah baru. Ketika tidak di sharing maka jika terjadi kesalahan hanyalah akan membuat kesalahan program. Tapi jika di-sharing jika terjadi kesalahan pada satu proses/ program akan berpengaruh pada proses lainnya.
Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu saja program yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.
Banyak kesalahan pemprograman dideteksi oleh perangkat keras. Kesalahan ini biasanya ditangani oleh sistem operasi. Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.

Operasi Dual Mode

Untuk memastikan operasi berjalan baik kita harus melindungi sistem operasi, program, dan data dari program-program yang salah. Proteksi ini memerlukan share resources. Hal ini bisa dilakukan sistem operasi dengan cara menyediakan pendukung perangkat keras yang mengizinkan kita membedakan mode pengeksekusian program.
Mode yang kita butuhkan ada dua mode operasi yaitu:
•Mode Monitor.
•Mode Pengguna.
Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yang sedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jika Mode Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akan men-switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (state akan berubah menjadi bit 1).

Proteksi I/O



Pengguna bisa mengacaukan sistem operasi dengan melakukan instruksi I/O ilegal dengan mengakses lokasi memori untuk sistem operasi atau dengan cara hendak melepaskan diri dari prosesor. Untuk mencegahnya kita menganggap semua instruksi I/O sebagai privilidge instruction sehingga mereka tidak bisa mengerjakan instruksi I/O secara langsung ke memori tapi harus lewat sistem operasi terlebih dahulu. Proteksi I/O dikatakan selesai jika pengguna dapat dipastikan tidak akan menyentuh mode monitor. Jika hal ini terjadi proteksi I/O dapat dikompromikan.

Proteksi Memori

Salah satu proteksi perangkat keras ialah dengan proteksi memori yaitu dengan pembatasan penggunaan memori. Disini diperlukan beberapa istilah yaitu:
•Base Register yaitu alamat memori fisik awal yang dialokasikan/ boleh digunakan oleh pengguna.
•Limit Register yaitu nilai batas dari alamat memori fisik awal yang dialokasikan/boleh digunakan oleh pengguna.
•Proteksi Perangkat Keras.

Sebagai contoh sebuah pengguna dibatasi mempunyai base register 300040 dan mempunyai limit register 120900 maka pengguna hanya diperbolehkan menggunakan alamat memori fisik antara 300040 hingga 420940 saja.

S I S T E M B U S

Bus merupakan lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebih perangkat. Karakteristik penting sebuah bus adalah bahwa bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama. Sejumlah perangkat yang terhubung ke bus, dan signal yang ditransmisikan oleh salah satu perangkat ini dapat diterima oleh salah satu perangkat yang terhubung ke bus. Bila dua buah perangkat melakukan transmisi dalam waktu yang bersamaan, maka signal-signalnya akan bertumpang tindih dan menjadi rusak. Dengan demikian, hanya sebuah perangkat saja yang akan berhasil melakukan transmisi pada suatu saat tertentu.
Umumnya, sebuah bus terdiri dari sejumlah lintasan komunikasi, atau saluran. Masing-masing saluran dapat mentransmisikan singnal yang menunjukkan biner 1 dan biner 0. Serangkaian digit biner dapt ditransmisikan melalui saluran tunggal. Dengan mengumpulkannya, beberapa saluran dari sebuah bus dapat digunakan mentransmisikan digit biner secara bersamaan (secara paralel). Misalnya, sebuah satuan data 8-bit dapat ditransmisikan melalui bus delapan saluran.
Sistem komputer terdiri dari sejumlah bus yang berlainan yang menyediakan jalan antara dua buah komponen pada bermacam-macam tingkatan hirarki sistem komputer. Sebuah bus yang menghubungkan komponen-komponen utama komputer (CPU, memori, I/O) disebut bus sistem. Struktur interkoneksi komputer yang umum ditemukan didasarkan pada penggunaan satu bus sistem atau lebih.

A. Struktur Bus
Biasanya sebuah bus sistem terdiri dari 50 hingga 100 saluran yang terpisah. Masing-masing saluran ditandai dengan arti dan fungsi khusus. Walaupun terdapat sejumlah rancangan bus yang berlainan, fungsi saluran bus dapat diklarifikasikan menjadi tiga kelompok (gambar 1.1): data, alamat, dan saluran kontrol. Selain itu, mungkin terdapat saluran distribusi daya yang memberikan kebutuhan daya bagi modul terhubung.







Control

Address

Data


Gambar 1.1. Pola Interkoneksi Bus



Saluran data memberikan lintasan bagi perpindahan data antara dua modul sistem. Saluran-saluran ini secara kolektif disebut bus data. Umumnya bus data terdiri dari 8, 16, 32 saluran, jumlah saluran dikaitkan denga lebar bus data. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat dipindahkan pada suatu saat. Lebar bus data merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Misalnya, bila bus data lebarnya 8 bit, dan setiap instruksi panjangnya 16 bit, maka CPU harus dua kali mengakses modul memori dalam setiap siklus instruksinya.
Saluran alamat digunakan untuk menandakan sumber atau tujuan data pada bus data. Misalnya, bila CPU akan membaca sebuah word (8, 16, atau 32 bit) data dari memori, maka CPU akan menaruh alamat word yang dimaksud pada saluran alamat. Jeas, lebar bus alamat menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Selain itu, umumnya saluran alamat menetukan kapasitas memori maksimum sistem. Selain itu, umumnya saluran alamat juga dipakai untuk mengalamati port-port I/O. Biasanya, bit-bit berorde lebih tinggi dipakai untuk memilih lokasi memori atau port I/O pada modul. Misalnya pada bus 8 bit, alamat 01111111 dan dibawanya dapat mereferensi lokasi-lokasi di dalam modul memori (modul 0) dengan 128 word memori, dan alamat 10000000 dan diatasnya berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terhubung ke sebuah modul I/O (modul 1).
Saluran kontrol digunakan untuk mengontrol akses ke saluran alamat dan penggunaan data dan saluran alamat. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh saluran komponen, maka harus ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Signal-signal kontrol melakukan transmisi baik perintah maupun informasi pewaktuan diantara modul-modul sistem. Signal-signal pewaktuan menunjukkan validasi data dan informasi alamat. Signal-signal perintah menspesifikasikan operasi-operasi yang akan dibentuk. Umumnya, salran kontrol meliputi :
1. Memori Write menyebabkan data pada bus akan dituliskan ke dalam lokasi alamat
2. Memori Read menyebabkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada bus
3. I/O Write menyebabkan data pada bus di-output-kan ke port I/O yang beralamat
4. I/O Read menyebabkan data dari port I/O yang beralamat ditempatkan pada bus
5. Transfer ACK menunjukan bahwa data telah diterima dari bus atau telah ditempatkan di bus
6. Bus Request menunjukkan bahwa modul memerlukan kontrol bus
7. BusGrant menunjukkan bahwa modul yang melakukan request telah diberikan hak mengontrol bus
8. Interrupt Request menandakan bahwa sebuah interrupt ditangguhkan
9. Interrupt ACK memberitahukan bahwa interrupt yang ditangguhkan telah diketahui
10. Clock digunakan untuk mensinkronkan operasi-operasi
11. Reset menginisialisasi seluruh modul

Operasi bus adalah sebagai berikut. Bila sebuah modul akan mengirimkan data ke modul lainnya, maka modul itu harus melakukan dua hal : (1) memperoleh penggunaan bus, dan (2) memindahkan data melalui bus. Bila sebuah modul akan meminta data dari modul lainnya, maka modul itu harus (1) memperoleh penggunaan bus, dan (2) memindahkan sebuah request ke modul lainnya melalui saluran kontrol dan saluran alamat yang sesuai. Kemudian modul harus menunggu modul kedua untuk mengirimkan data.
Secara fisik, sebenarnya bus sistem merupakan sejumlah konduktor listrik paralel. Konduktor-konduktor ini berupa kawat logam yang berakhir pada kartu atau papan (printed circuit board – PCB). Bus melintasi seluruh komponen sistem, yang masing-masingnya disambungkan ke beberapa atau semua saluran bus. Tatanan secara fisik yang umum digunakan terdiri dari dua buah kolom konduktor vertikal. Pada interval sepanjang kolom, terdapat titik penghubung dalam bentuk slot-slot yang menjulur keluar secara horisontal untuk mendukung printed circuit board. Setiap komponen utama sistem berisi sebuah board atau lebih dan disisipkan ke dalam bus pada slot-slot tersebut. Tatanan keseluruhan ditempatkan di dalam sebuah chasis.
Tatanan ini sangat mudah. Sistem komputer yang kecil dapat memakainya dan kemudian dapat dikembangkan lagi (memori yang lebih besar, dan I/O yang lebih banyak) dengan menambahkan board lebih banyak. Bila komponen lainnya pada board mengalami kegagalan, maka board itu dengan mudah dapat dikeluarkan dan diganti.

B. Hirarki Multiple Bus
Bila perangkat yang berjumlah sangat banyak dihubungkan ke bus, maka akan terjadi penurunan kinerja. Terdapat dua sebab utama :
1. Secara umum, semakin banyak perangkat yang dihubungkan ke bus, semakin besar delay propagasinya. Delay ini menentukan waktu yang diperlukan perangkat untuk mengkoordinasi penggunaan bus. Pada saat kontrol bus sering melintasi satu perangkat ke perangkat lainnya, delay propagasi ini akan sangat mempengaruhi kinerja.
2. Bus akan menjadi penyumbat dengan semakin besarnya perpindahan data yang hampir mendekati kapisitas bus. Sampai tingkat tertentu, masalah ini dapat diatasi dengan memakai bus-bus yang lebih lebar (misalnya, meningkatkan bus data dari 32 menjadi 64 bit). Namun karena kelajuan data disebabkan oleh perangkat-perangkat terhubung (misalnya, pengontrol grafis dan video, interface jaringan) berkembang dengan cepat, maka dalam perlombaan ini besar kemungkinan bus tunggal akan menderita kekalahan.

Dengan demikian, sebagian sistem komputer menikmati manfaat bus jamak, yang sebagaian besar berbentuk hirarkikal.. Terdapat bus lokal yang menghubungkan proseseor dengan cache memori dan bus lokal dapat mendukung sebuah perangkat lokal atau lebih. Pengontrol cache memory tidak hanya menghubungkan chace dengan bus lokal itu saja, namun juga dengan bus sistem yang terhubung dengan seluruh modul memori utama. Manfaat struktur cache memori melindungi prosesor dari keharusan seringnya mengakses memori utama, sehingga memori utama dapat dipindahkan dari bus lokal ke bus sistem. Dengan cara ini, transfer I/O ke memori utama dan transfer dari memori utama yang melintasi bus sistem tidak mengganggu aktivitas prosesor.
Sangat mungkin untuk menghubungkan pengontrol I/O secara langsung dengan bus sistem. Penyelesaian yang lebih efisien untuk masalah ini adalah dengan memanfaatkan satu bus ekspansi atau lebih. Interface bus ekspansi mem-buffer-kan transfer data antara bus sistem dengan pengontrol I/O pada bus ekspansi. Pengaturan seperti ini memungkinkan sistem mendukung bermacam-macam perangkat I/O dan sekaligus melindungi lalulintas dari memori ke prosesor dari lalulintas I/O.
Koneksi jaringan meliputi local area network (LAN) seperti misalnya Ethernet 10-Mbps dan koneksi ke wide area network (WAN) seperti misalnya jaringan packet-switching SCSI (Small Computer system Interface) sendiri merupakan jenis bus yang dapat digunakan untuk mendukung disk drive lokal dan peripheral lainnya. Sebuah port dapat dipakai untuk mendukung sebuah printer atau scanner.
Arsitektur bus tradisional cukup efisien, namun mulai mengalami penurunan dengan semakin tingginya kinerja pada perangkat I/O. Untuk menjawab meningkatnya kebutuhan seperti ini, penyelesaian yang telah diambil oleh industri adalah dengan membuat bus berkecepatan tinggi yang sangat terintegrasi dengan sistem, yang hanya memerlukan bridge antar bus prosesor dengan bus berkecepatan tinggi. Pengaturan ini sering kali dikenal sebagai arsitektur mezzanine.



Local Bus


Sistem Bus





High Speed Bus








Expansion Bus

Gambar 1.2. Arsitektur Berkinerja Tinggi

Gambar 1.2 menggambarkan realisasi pendekatan ini. Di sini terdapat bus lokal yang menghubungkan prosesor dengan pengontrol cache, yang pada gilirannya akan dihubungkan dengan bus sistem yang mendukung memori utama. Pengontrolan cache terintegrasi dengan sebuah bridge, atau perangkat buffering, yang terhubung dengan bus berkecepatan tinggi. Bus ini mendukung koneksi dengan LAN berkecepatan tinggi, seperti Fiber Distributed Data Interface (FDDI) yang berkecepatan 100 Mbps, pengontrol workststion video dan grafis, dan juga pengontrol interface untuk bus-bus peripheral lokal, misal SCSI dan P1394. P1394 adalah bus berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk mendukung perangkat I/O berkapasitas tinggi. Perangkat-perangkat lebih rendah masih dapat didukung oleh bus ekspansi, dengan lalulintas buffering interface antara bus ekspansi dengan bus kecepatan tinggi.
Keuntungan penganturan seperti di atas adalah bahwa bus berkecepatan tinggi menyebabkan perangkat yang berkapasitas besar menjadi lebih terintegrasi dengan prosesor dan sekaligus tidak tergantung lagi terhadap prosesor. Jadi perbedaan definisi-definisi pada prosesor dan bus berkecepatan tinggi dan saluran signal dapat ditolelir. Perubahan pada arsitektur prosesor tidak mempengaruhi bus berkecepatan tinggi, demikian pula sebaliknya.

C. Elemen-elemen Rancangan Bus
Walaupun terdapat bermacam-macam perbedaan implementasi bus, hanya terdapat sedikit parameter dasar atau elemen rancangan yang dapat dipakai untuk mengklasifikasikan dan membedakan bus. Berikut ini elemen-elemen penting tersebut

Jenis Bus
Saluran bus dapat dipisahkan menjadi dua tipe umum yaitu dedicated dan multiplexed. Suatu salauran bus dedicated secara permanen diberi sebuah fungsi atau suset fisik komponen-komponen komputer.
Sebagai contoh dedikasi fungsi adalah penggunaan alamat dedicated terpisah dan saluran data, yang merupakan suatu hal yang umum bagi bus. Namun, hal ini bukanlah hal yang penting. Misalnya, alamat dan informasi data dapat ditransmisikan melalui sejumlah saluran yang sama dengan menggunakan saluran Address Valid Control. Pada awal pemindahan data, alamat ditempatkan pada bus dan Address Valid Control diaktifkan. Pada saat ini, setiap modul memiliki periode waktu tertentu untuk menyalin alamat dan menentukan apakah alamat tersebut merupakan modul beralamat. Kemudian alamat dihapus dari bus, dan koneksi bus yang sama digunakan untuk transfer data pembacaan atau penulisan berikutnya. Metode penggunaan saluran yang sama untuk berbagai keperluan ini dikenal sebagai time multiplexing.
Keuntungan time multiplexing adalah hanya memerlukan saluran yang lebih sedikit, yang menghemat ruang dan biaya. Kerugiannya adalah diperlukan rangkaian yang lebih komplek di dalam setiap modul. Terdapat juga penurunan kinerja yang cukup besar karena event-event tertentu yang menggunakan saluran secara bersama-sama tidak dapat berfungsi secara paralel.
Dedikasi fisik berkaitan dengan penggunaan multiple bus, yang masing-masing bus itu terhubung dengan hanya sebuah subset modul. Contoh yang umum adalah penggunaan bus I/O untuk menginterkoneksi seluruh modul I/O, kemudian bus ini dihubungkan dengan bus utama melalui sejenis modul adapter I/O. Keuntungan yang utama dari dedikasi fisik adalah throughput yang tinggi, karena hanya terjadi kemacetan lalulintas data yang kecil. Kerugiannya adalah meningkatnya ukuran dan biaya sistem.

Metode Arbitrasi
Di dalam semua sistem kecuali sistem yang paling sederhana, lebih dari stau modul diperlukan untuk mengontrol bus. Misalnya, sebuah I/O mungkin diperlukan untuk membaca atau menulis secara langsung ke memori, dengan tanpa mengirim data ke CPU. Karena pada satu saat hanya sebuah unit yang berhasil mentransmisikan data melalui bus, maka diperlukan beberapa metode arbitrasi. Bermacam-macam metode secara garis besarnya dapat digolongkan sebagai metode tersentralisasi dan metode terdistribusi. Pada metode tersentralisasi, sebuah perangkat hardware, yang dikenal sebagai pengontrol bus atau arbitrer, bertanggungjawab atas alokasi waktu pada bus. Mungkin perangkat berbentuk modul atau bagian CPU yang terpisah. Pada metode terdistribusi, tidak terdapat pengontrolan sentral. Melainkan, setiap modul terdiri dari acces control logic dan modul-modul bekerja sama untuk memakai bus bersama-sama. Pada kedua metode arbitrasi, tujuannya adalah untuk menugaskan sebuah perangkat, baik CPU atau modul I/O, bertindak sebagai master. Kemudian master dapat memulai transfer data (misalnya, membaca atau menulis) dengan menggunakan perangkat-perangkat lainnya, yang bekerja sebagai slave bagi pertukaran adata yang khusus ini. Kita akan melihat kedua metode arbitrasi ini kemudian di dalam bagian ini.

Timing
Timing berkaitan dengan cara terjadinya event dikoordinasikan pada bus. Dengan timing yang syncronous, terjadinya event pada bus ditentukan oleh sebuah pewaktu (clock). Bus meliputi sebuah saluran, waktu tempat pewaktu mentransmisikan rangkaian bilangan 1 dan 0 dalam durasi yang sama. Sebuah transmisi 1 dan 0 dikenal sebagi siklus waktu atau siklus bus dan menentukan besarnya slot waktu. Semua perangkat lainnya pada bus dapat membaca saluran waktu, dan semua event dimulai pada awal siklus. Signal-signal bus lainnya dapat berubah pada ujung muka signal waktu. Di dalam contoh sederhana ini, CPU mengeluarkan signal baca dan menempatkan alamat memori pada bus alamat. CPU juga mengeluarkan signal awal untuk menandai keberadaan alamat dan informasi kontrol pada bus. Modul memori mengetahui alamat itu, dan setelah delay 1 siklus, menempatkan data dan signal balasan pada bus.
Dengan timing asinkron, terjadinya sebuah event pada bus mengikuti dan tergantung pada event sebelumnya. CPU menempatkan alamat dan membaca signal pada bus. Setelah berhenti untu memberi kesempatan signal ini menjadi stabil, CPU mengeluarkan signal MSYN (master syn), yang menandakan keberadaan alamat yang valid dan signal kontrol. Modul memori memberikan respons dengan data dan signal SSYN(slave syn), yang menunjukkan respons.
Timing sinkron lebih mudah untuk diimplementasikan dan ditest. Namun timing ini kurang fleksibel dibandingkan dengan timing asinkron. Karena semua perangkat pada bus sinkron terkait denga kelajuan pewaktu yang tetap, maka sistem tidak dapat memanfaatkan peningkatan kinerja. Dengan menggunakan timing sinkron, campuran antara perangkat yang lamban dan cepat, baik dengan menggunakan teknologi lama maupun baru, dapat menggunakan bus secara bersama-sama. Kita akan membahas contoh timing sinkron dan asinkron.

Lebar Bus
Kita telah menyinggung konsep lebar bus. Lebar bus data dapat mempengaruhi kinerja sistem, semakin lebar bus data, semakin besar bit yang dapat ditransferkan pada suatu saat. Lebar bus alamat mempunyai pengaruh pada kapasitas sistem, semakin lebar bus alamat, semakin besar range lokasi yang dapat direferensi.


Jenis Transfer Data
Suatu bus mendukung bermacam-macam transfer data. Semua bus mendukung transfer baca (master ke slave) dan tulis (slave ke master). Pada multiplexed address/data bus, pertama-tama bus digunakan untuk menspesifikasikan alamat dan kemudian untuk melakukan transfer data. Untuk operasi baca, biasanya terdapat waktu tunggu pada saat data sedang diambil dari slave untuk ditaruh pada bus. Baik bagi operasi baca maupun tulis, mungkin juga terdapat delay bila hal itu diperlukan untuk melalui arbitrasi agar mendapatkan kontrol bus untuk sisa operasi (yaitu, mengambil alih bus untuk melakukan request baca atau tulis, kemudian mengambil alih lagi bus untuk membentuk operasi baca atau tulis).
Pada alamat dedicated dan bus-bus data, alamat ditaruh pada bus alamat dan tetap berada di sana selama data tersimpan pada bus-bus data. Bagi operasi tulis, master menaruh data pada bus data begitu alamat telah stabil dan slave telah mempunyai kesempatan untuk mengetahui alamatnya. Bagi operasi baca, slave menaruh data pada bus data begitu slave mengetahui alamatnya dan telah mengambil data.
Terdapat pula beberapa kombinasi operasi yang diijinkan oleh sebagian bus. Suatu operasi baca-modifikasi-tulis merupakan sebuah operasi baca yang diikuti oleh operasi tulis ke alamat yang sama. Alamat hanya di-broadcast satu kali saja pada awal operasi. Biasanya urutan operasi secara keseluruhan tidak dapat dibagi-bagi untuk menjaga setiap akses ke elemen data oleh master-master bus lainnya. Tujuan utama dari kemampuan ini adalah untuk melindungi sumber sumber daya memori yang dapat dipakai bersama-sama di dalam sistem multiprogramming.
Operasi read-after-write merupakan operasi yang tidak dapat dibagi-bagi yang berisi operasi tulis yang diikuti oleh operasi baca dari alamat yang sama. Operasi baca dibentuk untuk tujuan pemerikasaan.
Sebagian sistem bus juga mendukung transfer data blok. Dalam hal ini, sebuah siklus alamat diikuti oleh n siklus data. Butir data pertama ditransfer ke alamat tertentu atau ditransfer dari alamat tertentu, butir-butir data lainnya ditransfer ke alamat-alamat berikutnya atau tarnsfer dai alamat-alamat berikutnya.

D. Peripheral Component Interconnect (PCI)
Peripheral Component Interconnect (PCI) merupakan bus yang tidak tergantung proseser dan berbandwidth tinggi yang dapat berfungsi sebagai bus mezzanine atau bus peripheral. Dibandingkan dengan spesifikasi bus lainnya, PCI memberikan sistem yang lebih baik bagi subsistem I/O berkecepatan tinggi (misalnya, grapicdisplay adapter, network interface controller, disk controller, dll).
Intel menerapkan PCI pada tahun 1990 untuk sistem berbasis Pentium. Segera intel menerbitkan semua patent bagi domain publik dan mempromosikan pembuatan himpunan industri, PCI SIG, untuk pembuatan lebih lanjut dan pemeliharaan kompatibilitas spesifikasi PCI. Hasilnya adalah bahwa PCI secara luas diterima dan penggunaannya pada komputer pribadi, workststion, dan sistem server terus meningkat. PCI dirancang untuk mendukung bermacam-macam konfigurasi berbasis microprosesor, baik sistem microprosesor tunggal maupun banyak. Karena itu, PCI memberikan sejumlah fungsi untuk kebutuhan umum. Sebagai contoh, bus PCI adalah interface antara chipset dengan slot PCI (gambar 1.3)



Gambar 1.3 Interface anatar chipset dengan slot PCI


Berikut ini list tabel memmori CPU dan kecepatan bus CPU/Host.

Processor Memory Bus CPU/Host Bus
Intel Celeron/366 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Celeron/400 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Celeron/433 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Celeron/466 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Celeron/500 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Celeron/533 66 or 100MHz (*) 66MHz
Intel Pentium II/350 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium II/400 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/450 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/500 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/550 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/600 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/650 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/700 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/750 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/800 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/850 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/1,000 100MHz or higher (**) 100MHz
Intel Pentium III/533 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/600EB 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/667 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/733 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/800B 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/866 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/933 100MHz or higher (**) 133MHz
Intel Pentium III/1,000 100MHz or higher (**) 133MHz

(*) Bus memori 66MHz atau 100MHz tergantung pada chipset
(**) 300MHz, 356MHz, atau 400MHz memakai rambus memori PC600, PC700, atau PC800
Bus I/O Secara Fisik
Secara fisik, bus I/O terdiri dari stu atau lebih jalur pada PCB. Jalur-jalur ini digunakan sebagai :
• Jalur-jalur data, yang masing-masing jalur dapat memindahkan satu bit tiap saat
• Jalur-kalur alamat, yang menentukan dimana data-data harus dikirim
• Jalur-jalur lain untuk tik clock, tegangan, signal pemerikasa, dll

Berikut ini list tabel bus, tahun, lebar bus, kecepatn bus, dan transmisi maksimal

Bus Tahun Lebar
Bus Kecepatn Bus Transmisi Max

PC and XT
1980-82
8 bit
Sinkron dengan CPU:4.77-6 MHz
4-6 MBps


ISA (AT), Bus sederhana 1984 16 bit Sinkron:8-10 MHz 8 MBps

MCA, Tingkat lanjut, bus cerdas oleh IBM 1987 32 bit Asinkron:10.33 MHz 40 MBps

EISA, Bus untuk server 1987 32 bit Sinkron:max 8 MHz 32 MBps

VL, Bus kecepatan tinggi, digunakan untuk generasi 486 1993 32 bit Sinkron:33-50 MHz 100-160 MPps


PCI, Bus cerdas, bus kecepatan tinggi tingkat lanjut 1993 32 bit Asinkron:33 MHz 132 MBps


USB, Bus modern, sederhana, dan pintar 1997 ? Serial 1.2 MBps

FireWire, (IEEE1394) Bus I/O kecepatan tinggi untuk penyimpanan, video, dll 1999 ? Serial 80 MBps




Daftar Pustaka

Organisasi dan Arsitektur Komputer, William Stallings, Prenhallindo, Jakarta, 1998

Seri Technical Support, Team Training APJII dan PPAU-ME ITB, Bandung, 2000

http://www.premio.com/

19 January 2006

COMPUTER HARDWARE Information about computer motherboards.

QUICK LINKS Motherboard ABCsAT / ATX differencesTrouble shootingMotherboard definitionsMOTHERBOARD ABCsThe motherboard is the main component found in PC and Macintosh computers. The motherboard is what allows various hardware components to transfer information to one each other. As computers advanced so did motherboards the following is a listing of the various Motherboard form factors.Full-ATBaby-ATLPXFull-ATXMini-ATXNLXFull-AT (12" wide x 13.8" deep) Matches the original IBM AT motherboard design, which only fits into full size AT or tower cases only, not being produced much any more if any. · This form factor is no longer produced because it cannot be placed into the popular Baby-AT chassis. Baby- AT (8.57" wide x 13.04" deep) Almost the same as the original IBM XT motherboard with modifications in the screw hole position to fit into AT style case, with connections built onto the motherboard to fit the holes in the case · Specific placement of the keyboard and the I/O slots. · This board also cannot be placed into the slimline case. LPX (9.00" wide x 13.00" deep) Developed by Western Digital when making motherboards, which was duplicated by many other manufacturers and is no longer made by Western Digital. · The LPX motherboard riser card contains all of the expansion slots. · Placement of the video, parallel, two serial and PS/2 connections have changed locations. Full-ATX – (12" wide x 9.6" deep) / Mini-ATX – (11.2" wide x 8.2" deep) The official specifications were released by Intel in 1995 and was revised to version 2.01 in February 1997. The ATX form factor is an advancement over previous AT style motherboards. Therefore requires a new case design. ATX is not a abbreviation however is actually a trademark which belongs to Intel. · The ATX motherboard has a stacked I/O connector panel mounted on the motherboard. · On a socket 7 ATX motherboard the socket has been placed a further distance from the expansion slots allowing for long boards to be placed in easier. · Single keyed internal power supply connector. This is the Molex power connector, ATX 2.01. Standby voltage needs to be greater then 720 mA. The connector now cannot be placed in improperly. While the Molex power connector allows for 5v and 3.3v to be connected it is recommended that only a 3.3v be connected to the motherboard. · Relocation of the memory and the CPU creating better ventilation and easier upgrade. · Power management possible with proper BIOS support. NLX (Supports motherboards with overall dimensions of 9.0" x 13.6" [maximum] to 8.0" x 10.0" [minimum]) Implemented in 1998 by Intel and is similar to the LPX form factor however includes several new improvements. · Support for the Pentium II · Support for AGP · Support for USB. · Support for DIMM. · Easier Access to internal components · Support for motherboards that can be removed without using tools.

AT / ATX DIFFERENCES
The following is some of the ways in determining if your motherboard is an AT motherboard or an ATX motherboard.
The Keyboard:
AT Motherboard = 5 pin large connector
ATX Motherboard = 6 pin mini connector.
MB Power Connector:
AT Motherboard = Single Row two connectors 5v & 12v
ATX Motherboard = Double row single connector 5v,12v, and 3.3v
TROUBLE SHOOTING

Reference Issue / Question
CHADD Additional information with installing computer hardware.
CLEANING Additional information and help with cleaning computer hardware.
POST Additional information and help with POST / BEEP codes.
CH000193 Issues with adding new video card to computer that has on-board video.
CH000232 When booting computer I receive several beeps.
CH000233 Error BIOS ROM CHECKSUM - SYSTEM HALTED.
CH000235 How to clear an unknown BIOS password.
CH000261 Trouble shooting on-board audio.
CH000384 Timer error.
CH000504 How do I determine what type of motherboard I have?

INTERNET QUESTIONS AND ANSWERS

Reference Issue / Question
MSIE Microsoft Internet Explorer help, questions, and answers.
Netscape Netscape help, questions, and answers.
Privacy Privacy questions and answers
Modem Questions and answers regarding computer modems.
Network Questions and answers regarding computer network interface cards.
FORUM If your question is not listed on this page please try our online forum.
CH000081 Where can I get Real Audio?
CH000082 How to find information on the Internet.
CH000083 How can I create a web page on the Internet?
CH000460 Unable to receive / send e-mail.
CH000477 How can I prevent SPAM?
CH000491 How do I stop pop-up or pop-under Internet ads?
CH000505 How do I download a file from the Internet?
CH000506 How do I extract or uncompress a compressed file?
CH000507 How do I determine if data I am sending over the Internet is secure?
CH000509 How do I disable or delete Internet cookies?
CH000510 How do I clear my Internet browser history?
CH000526 Protecting children from harmful material on the Internet.
CH000539 How do I determine the speed of my Internet connection?
CH000576 How to stop flash advertisements.
CH000577 How to change my browser's home page.
CH000578 My web browser has been hijacked.

MICROSOFT DOS

Information about the mem command.
QUICK LINKS About memAvailabilitySyntaxExamplesIssuesABOUT MEMAllows you to determine the available, used and free memory.

AVAILABILITY
The mem.exe command is an external command that is available in the below Microsoft Operating Systems.
MS-DOS 4.0 and above
Windows 95
Windows 98
Windows ME
Windows NT
Windows 2000
Windows XP

COMMAND INFORMATION

SYNTAXDisplays the amount of used and free memory in your system.MEM [/CLASSIFY | /DEBUG | /FREE | /MODULE module name] [/PAGE]/CLASSIFY or /C Classifies programs by memory usage. Lists the size of programs, provides a summary of memory in use, and lists largest memory block available.
/DEBUG or /D Displays status of all modules in memory, internal drivers, and other information.
/FREE or /F Displays information about the amount of free memory left in both conventional and upper memory.
/MODULE or /M Displays a detailed listing of a module's memory use. This option must be followed by the name of a module, optionally separated from /M by a colon.
/PAGE or /P Pauses after each screen full of information.
EXAMPLESmem - This would display information about your memory as seen in the below examples.Microsoft Windows 95 and Windows 98 exampleMemory Type Total Used Free
--------------- ------ ------ -----
Conventional 640k 52k 588k
Upper 0k 0k 0k
Reserved 384k 384k 0k
Extended (XMS) 31,744k 168k 31,576k
--------------- ------ ------ ------
Total memory 31,768k 168k 31,576k

Total under 1 MB 640k 52k 588k
Total Expanded (EMS) 32M (33,046,528 bytes) Free Expanded (EMS) 16M (16,777,216 bytes) Largest executable program size 588K (602,512 bytes) Largest free upper memory block 0K (0 bytes) MS-DOS is resident in the high memory area.Windows 2000 and Windows XP example 655360 bytes total conventional memory 655360 bytes available to MS-DOS 633872 largest executable program size 1048576 bytes total contiguous extended memory 0 bytes available contiguous extended memory 941056 bytes available XMS memory MS-DOS resident in High Memory Areamem /f - This would display the amount of conventional memory free.ISSUESWhen using the mem /c command from a DOS window in Windows the user will have no upper blocks as illustrated in the above example. This is caused because Windows reserves all global upper memory blocks for Windows.MS-DOS 6.2 and above will not accept or recognize more than 64 megs of ram when typing mem.





.

Static resource conflict

Issue:
Static resource conflict

Cause:
IRQ Conflicting devices.

Solution:
Static resource conflicts are caused when one or more devices are conflicting with another device. If you have recently added a device to your computer attempt to remove the device from the computer. If this resolves your issue see if the applicable device has the availability to have different settings.
This error can be caused by any of the following:
A device within your computer that causes IRQ / DMA conflicting, this could cause some hardware not to work on your computer.
Hardware misreporting information about hardware, this could be bad hardware within your computer.
CMOS issue, could be the CMOS battery within your computer is jumbled, or damaged, sometimes clearing, or resetting could resolve the issue.
If you do remove the added hardware and it does resolve your issue we would recommend that you visit our IRQ page.