Ketika berkunjung ke blog seseorang yang sudah mahir dibidang blogger saya sering menemukan ada feed diblog tersebut. Akhirnya saya penasaran ingin cari tau apa sih maksudnya feed situs. Para pembaca sekalian disini, saya akan berbagi mengulas apa itu feed situ. Lets Check it out......(heheh)
Apa itu feed situs?
Sebuah feed situs adalah representasi yang dapat dibaca mesin dari blog Anda yang dapat diambil dan ditampilkan di situs web lain dan alat-alat informasi agregasi. Untuk informasi tentang cara mengaktifkan feed Anda, lihat: Bagaimana cara mengubah pengaturan pada situs saya?
Potongan khusus dari perangkat lunak yang disebut pembaca feed, pembaca berita, atau dapat memindai agregator feed situs Anda, dan secara otomatis membiarkan pembaca tahu ketika blog Anda telah diperbarui. Contoh dari perangkat lunak tersebut adalah Google Reader, yang dapat Anda gunakan dengan Account Google Anda. Pilihan lain, termasuk berbasis web dan client-side software, tercantum di AtomEnabled.org.
Demikian ulasan tentang feed situs. Moga pembaca sekalian sedikit lebih clear ya....
Wasalam
saintop.blogspot.com
Recent Posts
03 August 2012
MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA - Bagian 1
Diposkan oleh
Prin
MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA
A. MENGENAL PENCAHAYAAN
Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat. Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam teater, lighting terbagi menjadi dua yaitu:
1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat.
2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsi lighting sebagai unsur artisitik pementasan. Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.
Dalam seni pertunjukan, tata cahaya berada dalam disiplin teknik produksi bersama dengan tata pentas, kriya panggung (stage craft) dan hal hal lain yang bersifat sebagai pendukung visual suatu pergelaran.
Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.
Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan.
Studi utama dari penataan cahaya adalah alam beserta seluruh isinya. Karena penataan cahaya di atas pentas adalah peniruan dari apa yang terjadi di alam semesta raya ini. Dari sumber cahayanya, cahaya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Cahaya langsung
Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.
2. Cahaya Tak Langsung
Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.
A. MENGENAL PENCAHAYAAN
Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat. Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam teater, lighting terbagi menjadi dua yaitu:
1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat.
2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsi lighting sebagai unsur artisitik pementasan. Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.
Dalam seni pertunjukan, tata cahaya berada dalam disiplin teknik produksi bersama dengan tata pentas, kriya panggung (stage craft) dan hal hal lain yang bersifat sebagai pendukung visual suatu pergelaran.
Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.
Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan.
Studi utama dari penataan cahaya adalah alam beserta seluruh isinya. Karena penataan cahaya di atas pentas adalah peniruan dari apa yang terjadi di alam semesta raya ini. Dari sumber cahayanya, cahaya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Cahaya langsung
Cahaya yang berasal dari matahari dengan segala pantulannya.
2. Cahaya Tak Langsung
Cahaya yang berasal dari bulan dengan segala macam pantulannya.
02 August 2012
Web Design Kelas XI TKJ
Diposkan oleh
Prin
Web Design Kelas XI TKJ terbagi menjadi :
1. HTML Lanjutan
2. CSS
3. PHP
4. MySql
5. Javascript
6. JQuery
Ok kita akan masuk step by step dalam mempelajari materi diatas. Tools yang kita gunakan adalah Macromedia Dreamweaver. Klo anda ingin mahir di script silakan gunakan NotePad++ or Notepad atau tools text lainnya.
1. HTML Lanjutan
2. CSS
3. PHP
4. MySql
5. Javascript
6. JQuery
Ok kita akan masuk step by step dalam mempelajari materi diatas. Tools yang kita gunakan adalah Macromedia Dreamweaver. Klo anda ingin mahir di script silakan gunakan NotePad++ or Notepad atau tools text lainnya.
01 August 2012
Download VmWare
Diposkan oleh
Prin
Vmware adalah sebuah software yang digunakan untuk menjalankan sistem operasi secara virtual. Silakan download disini